Minggu, 10 November 2019

Tugas SOFTSKILL 2


 TUGAS ATSI 2

Nama : Paulina Maria Katharina
Kelas  : 4 KA19
NPM   : 15116739

1.    Sebutkan dan Jelaskan 5 Prinsip Dasar Dari COBIT 5
 Prinsip 1. Meeting Stakeholder Needs
Keberadaan sebuah perusahaan untuk menciptakan nilai kepada stakeholdernya termasuk stakeholders untuk keamanan informasi didasarkan pada pemeliharaan keseimbangan antara realisasi keuntungan dan optimalisasi risiko dan penggunaan sumber daya yang ada. Optimalisasi risiko dianggap paling relevan untuk keamanan informasi. Setiap perusahaan memiliki tujuan yang berbeda-beda sehingga perusahaan tersebut harus mampu menyesuaikan atau melakukan customize COBIT 5 ke konteks perusahaan yang dimiliki.
Prinsip 2. Covering the Enterprise End-to-End
COBIT 5 mengintegrasikan IT enterprise pada organisasi pemerintahan dengan cara:
1. Mengakomodasi seluruh fungsi dan proses yang terdapat pada enterprise. COBIT 5 tidak hanya fokus pada ‘fungsi IT’, namun termasuk pada pemeliharaan informasi dan teknologi terkait sebagai aset layaknya aset-aset yang terdapat pada enterprise.
2. Mengakomodasi seluruh stakeholders, fungsi dan proses yang relevan dengan keamanan informasi.
 Prinsip 3. Applying a Single, Integrated Network
COBIT 5 dapat disesuaikan dengan standar dan framework lain, serta mengizinkan perusahaan untuk menggunakan standar dan framework lain sebagai lingkup manajemen kerangka kerja untuk IT enterprise. COBIT 5 for Information Security membawa pengetahuan dari versi ISACA sebelumnya seperti COBIT, BMIS, Risk IT, Val IT dengan panduan dari standar ISO/IEC 27000 yang merupakan standar ISF untuk keamanan informasi dan U.S. National Institute of Standars and Technology (NIST) SP800-53A.
Prinsip 4. Enabling a Holistic Approach
Pemerintahan dan manajemen perusahaan IT yang efektif dan efisien membutuhkan pendekatan secara holistik atau menyeluruh. COBIT 5 mendefinisikan kumpulan pemicu yang disebut enabler untuk mendukung implementasi pemerintahan yang komprehensif dan manajemen sistem perusahaan IT dan informasi. Enablers adalah faktor individual dan kolektif yang mempengaruhi sesuatu agar dapat berjalan atau bekerja.
Prinsip 5. Separating Governance from Management
COBIT 5 dengan tegas membedakan pemerintahan dan manajemen. Kedua disiplin ini memiliki tipe aktivitas yang berbeda, membutuhkan struktur organisasi yang berbeda dan memiliki tujuan yang berbeda

2. Sebutkan dan Jelaskan 4 Domain Pada Proses Manajemen Cobit 5
  • 1     Align, Plan, and Organize (APO) – Penyelarasan, Perencanaan, dan Pengaturan.
  • Build, Acquare, and Implement (BAI) – Membangun, Memperoleh, dan Mengimplementasikan.
  • 3    Deliver, Service and Support (DSS) – Mengirimkan, Layanan, dan Dukungan.
  • 4    Monitor, Evaluate, and Assess (MEA) – Pengawasan, Evaluasi, dan Penilaian. 

3. Sebutkan Kelebihan COBIT 5
o   Efektif dan Efisien
Berhubungan dengan informasi yang relevan dan berkenaan dengan proses bisnis, dan sebaik mungkin informasi dikirim tepat waktu, benar, konsisten, dan berguna.
o   Rahasia
Proteksi terhadap informasi yang sensitif dari akses yang tidak bertanggung jawab.
o   Integritas
Berhubungan dengan ketepatan dan kelengkapan dari sebuah informasi.
o   Ketersediaan
Berhubungan dengan tersedianya informasi ketika dibutuhkan oleh proses bisnis sekarang dan masa depan.
o   Kepatuhan nyata
Berhubungan dengan penyediaan informasi yang sesuai untuk manajemen.

4. Jelaskan Masing-masing Dari 5 Bagian ITIL V3
  •  Service Strategy
Service Strategy merupakan inti dari siklus hidup ITIL. Memberi panduan bagaimana merancang dan mengimplementasikan layanan TI sebagai bagian dari aset strategis perusahaan. Service Strategy mendefinisikan konsep utama dari ITIL, sebagai panduan dasar dalam perancangan keseluruhan siklus hidup ITIL. Service Strategy memberikan panduan dalam pengembangan Service Design, Service Transition, Service Operation dan Continual Service Improvement.
  •  Service Design
Service Design memberikan arahan untuk perancangan dan pengembangan layanan serta proses-proses manajemen layanan, mencakup prinsip dan metode untuk menerjemahkan tujuan strategis kedalam portfolio layanan dan aset layanan. Service Design dimulai dari pengaturan kebutuhan bisnis hingga selesainya pengembangan dari perancangan solusi layanan. T
  •  Service Transition
Service Transition fokus pada seluruh aspek layanan, memberikan arahan pengembangan dan perbaikan untuk transisi layanan baru atau perubahan layanan. Merupakan implementasi dan adaptasi dari Service Design. Service Transition merencanakan dan mengkordinasikan sumber daya (resource) sehingga menjamin kebutuhan dari Service Strategy yang dituliskan dalam Service Design untuk dirilis pada Service Operation Service Transition yang memberikan panduan kepada perusahaan untuk mengelola segala bentuk perubahan yang terjadi pada layanan dan proses manajemen layanan agar dapat mengontrol resiko dari perubahan.
  •  Service Operation
Service Operation memberi panduan dalam implementasi dari manajemen operasi layanan. Service Operation menyampaikan layanan kepada pelanggaran dan mengatur aplikasi, teknologi dan infrastruktur yang mendukung penyampaian layanan. Merupakan tahap yang menyampaikan nilai layanan kepada bisnis secara langsung. Service Strategy mendefinisikan nilai yang akan disampaikan pada layanan, Service Design mendefinisikan bagaimana merancang layanan agar dapat menyampaikan suatu nilai, Service Transition mengubah rancangan menjadi layanan yang sebenarnya, Service Operation menjamin bahwa layanan dan nilai dari layanan dapat tersampaikan.
  •  Continual Service Improvement
Continual Service Improvement berkaitan dengan perbaikan nilai kepada pelanggan melalui evaliasi yang berkelanjutan dan perbaikan dari kualitas layanan. Continual Service Improvement mengkombinasikan antara prinsip, praktis dan metode dari manajemen kualitas, manajemen perubahan, memperbaiki kapabilitas, memperbaiki setiap tahap dari siklus hidup ITIL, mulai dari layanan, proses, aktifitas dan teknologi yang berjalan

5. Sebutkan Kelebihan ITIL V3
·       Pelayanan ITIL yang sudah terbukti dan digunakan secara global.
·       Peningkatan kepuasan dan hubungan pelanggan dengan perusahaan.
·       Kualitas layanan yang lebih baik.
·       Optimalisasi penyediaan layanan di seluruh supply chain.
·       Keunggulan kompetitif melalui value creation dan agile change.
·       Produktifitas yang lebih baik bagi perusahaan.
·       Peningkatan quality control.
·       Pemanfaatan skill dan pengalaman dari karyawan dengan lebih maksimal.
·      Pemanfaatan standar industri untuk penyediaan layanan TI berkualitas tinggi sesuai                  dengan implentasi perusahaan berskala kecil maupun berskala besar.

6. Jelaskan Apa Itu ISACA, IIASI, dan COSO
  • ISACA (The Information Systems Audit and Control Association)
Adalah suatu organisasi profesi internasional di bidang tata kelola teknologi informasi. Dalam tiga dekade terakhir, ISACA telah berkembang pesat. Hal ini ditandai dengan dijadikannya ISACA sebagai acuan praktik-praktik terbaik dalam hal audit, pengendalian dan keamanan sistem informasi oleh para profesional di seluruh dunia.
  • IIASI
Merupakan standar untuk praktik profesional audit internal yang terdiri atas 3 bagian  yaitu : Attribute Standards ( atribut organisasi dalam individu yang terlibat dalam audit ), Performance Standards ( karakteristik kegiatan audit internal dan kriteria kualitas yang diguakan dalam pengukuran, Implementation Standards ( standar penerapan tipe audit di berbagai industry dan area spesialis tertentu
  • COSO
Merupakan singkatan dari Comittee of Sponsoring Organization of treadway Commision, yaitu suatu inisiatif dari sektor swasta yang dibentuk pada tahun 1985. COSO merupakan model pengendalian internal yang banyak digunakan oleh auditor sebagai dasar untuk mengevaluasi dan mengembangkan pengendalian internal. Struktur pengendalian internal COSO dikenal sebagai kerangka kerja pengendalian internal yang terintegrasi dan memiliki lima komponen yang saling berhubungan. Komponen ini didapat dari cara manajemen dalam menjalankan bisnisnya dan terintegrasi dengan proses manajemen. Komponen pengendalian COSO antara lain meliputi:
1. Lingkungan Pengendalian Tindakan atau kebijakan manajemen yang mencerminkan sikap      manajemen puncak secara keseluruhan dalam pengendalian manajemen.
2. Penilaian Risiko Tindakan manajemen untuk mengidentifikasi dan menganalisis risiko-              risiko yang relevan dalam penyusunan laporan keuangan dan perusahaan secara umum.
3. Aktivitas Pengendalian Kebijakan dan prosedur, selain yang sudah termasuk dalam empat       komponen lainnya, yang membantu memastikan bahwa tindakan yang diperlukan telah              diambil untuk menangani risiko guna mencapai tujuan entitas.
4. Informasi dan Komunikasi Tindakan untuk mencatat, memproses dan melaporkan                      transaksi  yang sesuai untuk menjaga akuntabilitas.
5. Pemantauan Penilaian terhadap mutu pengendalian internal secara berkelanjutan maupun       periodik untuk memastikan pengendalian internal telah berjalan dan telah dilakukan                 penyesuaian yang diperlukan sesuai kondisi yang ada.

7. Sebutkan dan Jelaskan Tujuan Pengendalian Internal
Tujuan tujuan operasi yang berkaitan dengan efektivitas dan efisiensi operasi. Bahwa pengendalian internal dimaksudkan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi dari semua operasi perusahaan sehingga dapat mengendalikan biaya yang bertujuan untuk mencapai tujuan organisasi.
Tujuan-tujuan pelaporan. Bahwa pengendalian internal dimaksudkan untuk meningkatkan keandalan data serta catatan catatan akuntansi dalam bentuk laporan keuangan dan laporan manajemen sehingga tidak menyesatkan pemakai laporan tersebut dan dapat diuji kebenarannya.
Tujuan-tujuan ketaatan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku. Bahwa pengendalian internal dimaksudkan untuk meningkatkan ketaatan entitas terhadap hukum hukum dan peraturan yang telah ditetapkan pemerintah, pembuat aturan terkait, maupun kebijakan kebijakan entitas itu sendiri.
Ketiga tujuan pengendalian internal tersebut merupakan hasil (output) dari suatu pengendalian internal yang baik, yang dapat dicapai dengan memperhatikan unsur unsur pengendalian internal yang merupakan proses untuk menghasilkan pengendalian internal yang baik

8. Sebutkan dan Jelaskan Unsur-unsur Pada Pengendalian Umum
·   Pengendalian Organisasi dan Manajemen Meliputi pemisahan fungsi, kebijakan dan                  prosedur yang berkaitan dengan fungsi pengendalian pada suatu perusahaan.
·  Pengendalian terhadap Pengembangan Pemeliharaan Sistem Aplikasi Berfungsi untuk                memperoleh keyakinan bahwa sistem PDE telah dikembangkan dan dipelihara secara                efisien dan ada otorisasinya.
·  Pengendalian terhadap Operasi Sistem, meliputi :
    1.  Sistem yang hanya digunakan untuk hal-hal yang telah diotorisasi
    2.  Akses menuju ke operasi komputer diijinkan hanya kepada mereka yang telah memiliki             otorisasi
    3.  Program yang digunakan juga hanya untuk progam yang telat diotorisasi pada pihak                  yang bersangkutan.
    4.  Kesalahan pengolahan dapat dideteksi dan selanjutnya dapat dikoreksi
  • Pengendalian terhadap Perangkat Lunak Sistem Berfungsi untuk meyakinkan bahwa perangkat lunak sistem dimiliki dan dikembangkan secara efisien, serta telah diotorisasi.
  • Pengendalian terhadap Entri Data dan Program Struktur otorisasi ditetapkan dengan jelas atas transaksi, serat akses ke data dan program dibatasi hanya kepada mereka yang memiliki otorisasi.
  •  Pengendalian terhadap Keamanan PDE Menjaga PDE lain yang berhubungan dengan PDE bersangkutan, misalnya digunakannya salinan cadangan (backups) di tempat yang terpisah, prosedur pemulihan (recovery procedures) ataupun fasilitas pengolahan di luar perusahaan dalam hal terjadi bencana.

9. Sebutkan dan Jelaskan Unsur-unsur Pada pengendalian Aplikasi (3 saja)
  • Pengendalian Atas Masukkan (Input)
Pengendalian input merupakan salah satu tahap dalam sistem komputerisasi yang paling krusial dan mengandung resiko. Resiko yang dihadapi misalnya ialah:
1.     Data transaksi yang ditulis oleh pelaku transaksi salah.
2.     Kesalahan pengisian dengan kesengajaan disalahkan.
3.     Penulisan tidak jelas sehingga dibaca salah oleh orang lain (misalnya  petugas yang harus          meng-entry data tersebut ke komputer), khususnya bila yang diolah bukan dokumen                  aslinya, melainkan tembusan.Pengendalian Atas Pengolahan (Processing ).
  • Pengendalian proses (processing controls)
Pengendalian intern untuk mendeteksi jangan   sampai data (khususnya data yang sesungguhnya sudah valid) menjadi error karena adanya kesalahan proses.        
  • Pengendalian Atas Keluaran (Output )
Pengendalian keluaran (output controls) ialah pengendalian intern untuk mendeteksi jangan sampai informasi yang disajikan tidak akurat, tidak lengkap, tidak mutakhir datanya, atau didistribusikan kepada orang- orang yang tidak berhak.


DAFTAR PUSTAKA
  • http://arifinreinaldo.blog.binusian.org/files/2014/04/PAPER-05-ITIL
  • http://scdc.binus.ac.id/isgbinus/2017/07/sertifikasi-isaca/
  • http://smartprosolusi.com/news/mengenal-information-technology-infrastructure-library-itil-v3-secara-umum.html
  • http://widiastuti.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/51932/%5EAKS+-+Pertemuan+13+-+Cobit5.pdf

Rabu, 09 Oktober 2019



TUGAS I
Audit Teknologi Sistem Informasi

Nama   : Paulina Maria Katharina
Kelas   : 4KA19
NPM    : 15116739

1. Sebutkan dan Jelaskan bahaya-bahaya risiko yang dimiliki Sistem Informasi
  • Keamanan adalah risiko yang informasinya disalahgunakan oleh orang yang tidak memiliki wewenang, sebagai contoh kebocoran internal dan terorisme cyber.
  • Ketersediaan merupakan sebuah resiko dimana datanya tidak dapat diakses setelah kegagalan sistem, ini dikarenakan kesalahan manusia (human error),dan kurangnya penggunaan arsitektur. 
  • Daya Pulih merupakan resiko dimana informasi yang diperlukan tidak dapat dipulihkan dalam waktu yang pendek.
  • Performa adalah sebuah resiko yang informasinya tidak tersedia saat diperlukan. Hal ini diakibatkan oleh arsitektur terdistribusi, permintaan yang tinggi dan topografi informasi teknologi yang beragam. 
  • Daya Skala  yaitu sebuah resiko yang perkembangan bisnis dan bentuk arsitekturnya membuatnya tidak mungkin menangani banyak aplikasi baru dan biaya bisnis secara efektif. 
  • Ketaatan adalah risiko yang manajemen atau penggunaan informasinya melanggar keperluan dari pihak pengatur.
2. Sebutkan dan Jelaskan 3 jenis risiko pada pendekatan audit berbasis risiko 
  • Risiko inheren adalah risiko yang terjadi sebelum memperhitungkan faktor-faktor pengurang risiko. Dalam mengupas/mengevaluasi risiko jenis ini auditor harus mempertimbangkan apa jenis dan sifat risiko serta faktor dari risiko yang ada.     
  • Risiko control adalah risiko dimana risiko ini mengukur kemungkinan proses kontrol yang ada untuk membatasi atau menangani risiko inheren apakah tidak efektif. Kegunaan risiko control ini untuk memastikan audit telah tepat.
  • Risiko audit merupakan risiko yang cakupan auditnya tidak menjangkau exposure bisnis yang cukup penting. Dibutuhkan sebuah panduan  kontrol utama yang berguna untuk menghadapi risiko dan apa yang harus dipatuhi atau pengujian substantif yang harus dilakukan. 
3. Sebutkan dan Jelaskan efek risiko dalam Sistem Informasi
  • Strategi merupakan efek dari  risiko dimana sistem informasi tidak sesuai dengan tujuan organisasi dan tidak mendukung pencapaian misi. 
  • Operasi merupakan risiko dimana sistem informasi menimbulkan beban yang terlalu besar bagi organisasi.  
  • Pelaporan adalah bagian dari efek risiko dimana sistem informasi tidak dapat diandalkan untuk menghasilkan informasi yang akurat, lengkap dan tepat waktu. 
  • Kepatuhan merupakan efek risiko dimana sistem informasi malah menimbulkan pelanggaran hukum dan regulasi yang merugikan bagi organisasi baik secara finansial maupun reputasi.
4. Sebutkan dan Jelaskan bahaya-bahaya risiko pada Sistem Informasi 
  •  Fraud  yaitu terjadinya kecurangan atau manipulasi 
  • Business interruption yaitu terjaidnya  suatu gangguan bisnis 
  •  Errors yaitu terjadinya suatu sistem tidak berfungsi secara normal 
  • Customer dissatisfaction yaitu terjadinya ketidakpuasan di pihak konsumen
  • Poor public image yaitu terjadinya citra yang buruk di mata masyarakat 
  • Ineffective and inefficient use of resources yaitu terjadinya penggunaan sumber daya yang tidak tepat dan pemborosan.
5.  Sebutkan dan Jelaskan  kriteria bukti audit Sistem Informasi 
  • Cukup (Sufficient). Faktual, memadai dan meyakinkan dimana seseorang yang bijak akan mengambil kesimpulan yang sama dengan auditor.
  •  Kompeten (Competent). Handal dan merupakan  Dapat diandalkan dan hasil terbaik dari penggunaan metode audit yang tepat.
  • Relevan (Relevant). Mendukung temuan dan rekomendasi audit serta konsisten dengan tujuan audit. 
  • Berguna (Useful). Membantu organisasi dalam mencapai tujuannya. 
6. Sebutkan dan Jelaskan Jenis-jenis bukti audit Sistem Informasi 
  • Bukti Fisik (Physical evidence) diperoleh dari hasil pengamatan terhadap orang, properti atau peristiwa bisa dalam bentuk foto, peta dan sebagainya. Bukti yang diperoleh dari hasil pengamatan  haruslah didukung dengan contoh-contoh yang terdokumentasi atau bila tidak memungkinkan hendaknya didukung pengamatan lain yang menguatkan
  • Bukti Kesaksian (Testimonial evidence) bisa dapat berbentuk surat, pernyataan atau wawancara yang tidak bersifat konklusif karena merupakan pendapat seseorang. 
  • Bukti Dokumen (Documentary evidence) merupakan akan bukti yang paling lazim dalam audit bisa berupa surat, perjanjian, kontrak, perintah, memo dan berbagai jenis dokumen bisnis lain. Bukti jenis ini dapat juga diperoleh dari arsip komputer menggunakan alat dan teknik audit yang tepat.  Sumber dokumen akan menentukan tingkat kehandalan dan tingkat kepercayaan, tentunya kualitas proses kontrol internal ikut dipertimbangkan.    
  • Bukti Analitis (Analytical evidence) dimana umumnya diperoleh dari hasil komputasi, perbandingan terhadap standar, operasi masa lalu atau operasi sejenis. 
7.  Berilah Kesimpulan dengan Bahasa kalian sendiri 
  • Pembahasan tentang risiko yang ada pada sistem informasi sangatlah banyak dan dengan membuat tulisan ini membantu saya memahami lebih akan segala risiko pada sistem informasi misalkan sistem informasi yang dikelola dengan baik pasti mengidentifikasikan segala bentuk efek risiko dari penerapan sistem informasi dan penanganan dari risiko-risiko yang akan dihadapi. Kriteria bukti audit yang harus dimiliki oleh sistem informasi yaitu sulficient, competent, relevant dan useful. Semua bukti audit yang dimiliki sistem informasi terdiri dari bukti fisik, bukti kesaksian, bukti dokumen dan bukti analisis.  
8.   Berilah keterangan kelas, nama dan npm
         Nama     : Paulina Maria Katharina
         Kelas      : 4KA19
         NPM       : 15116739


Daftar Referensi 

Rabu, 31 Oktober 2018

ARTICIAL NEURAL NETWORKS


ANN
(Artificial Neural Networks)

Sejarah ANN
Perkembangan ilmu Neural Network sudah ada sejak tahun 1943 ketika Warren McCulloch dan Walter Pitts memperkenalkan perhitungan model neural network yang pertama kalinya. Mereka melakukan kombinasi beberapa processing unit sederhana bersama-sama yang mampu memberikan peningkatan secara keseluruhan pada kekuatan komputasi.

Warren Mc Culloch dan Walter Pitts

Hal ini dilanjutkan pada penelitian yang dikerjakan oleh Rosenblatt pada tahun 1950, dimana dia berhasil menemukan sebuah two-player network, yang disebut sebagai perceptron. 
Keberhasilan perceptron dalam mengklasifikasian pola tertentu ini tidak sepenuhnya sempurna, masih ditemukan juga beberapa keterbatasan di dalamnya. Perceptron tidak mampu untuk menyelesaikan permasalahan XOR (exclusive-OR). Penilaian terhadap keterbatasan neural network ini membuat penelitian di bidang ini sempat mati selama 15 tahun. Namun demikian, perceptron berhasil menjadi sebuah dasar untuk penelitian-penelitian selanjutnya di bidang neural network.
Ada tiga paradigma bagaimana jaringan syaraf tiruan dapat berfikir dan beradaptasi terhadap suatu masalah, tiga paradigma tersebut diantaranya : 
  1. Supervised Learning
  2. Unsupervised Learning
  3. Reinforced Learning
1.  Supervised Learning (pembelajaran terawasi) adalah metode pembelajaran yang menyimpulkan pemetaan data dengan membandingkan ketidaksesuaian antara pemetaan data saat ini ( yang mengandung knowledge saat ini) dengan pemetaan data sebelumnya (yang mengandung knowledge sebelumnya).
Unsupervised Learning (pembelajaran tidak terawasi) adalah metode pembelajaran yang mengelompokkan unit-unit yang hampir sama dalam area tertentu. Metode ini biasa digunakan untuk pengklafisikasian pola yang kemudian disempurnakan melalui proses pembelajaran.
3 Reinforced Learning adalah metode yang membuat system dapat belajar dari keputusan yang diambil sebelumnya dengan cara memberikan reward setiap kali system melakukan suatu hal yang benar. Dengan pemberian reward ini system akan mencari hal apa yang harus dilakukan agar mendapatkan lebih banyak lagi reward, sehingga system dapat terus berkembang. System (learner) dibiarkan belajar sendiri dengan lingkungan, ketika system bermain berdasarkan rule maka akan diberi reward, ketika tidak akan diberi punishment.
     Hybrid pada artificial neural networks misalkan bisa kita lihat pada mesin kalor, konversi energi thermal lautan,pembangkit listrik tenaga hibrida, dan masih banyak contoh lainnya yang menggunakan hybrid ANN.
      
    Akhir kata saya ucapkan trimakasih bagi para pembaca. Semoga artikel ini berguna bagi kita semua. 







Selasa, 12 Juni 2018

Pengertian SDLC dan Contoh Untuk Masing-Masing Tahapan


Pengertian SDLC dan Contoh Untuk Masing-Masing Tahapan


contoh gambar SDLC


System Development Life Cycle (SDLC) merupakan 

  1. sebuah proses untuk membuat dan mengubah sistem serta model dan metodologi yang digunakan untuk mengembangkan sistem-sistem tersebut. 
  2. sebuah pola yang diambil untuk mengembangkan sistem perangkat lunak, yang terdiri dari tahap-tahap: 
  • rencana(planning), 
  • analisis(analysis),
  • desain(design), 
  • implementasi(implementation), 
  • uji coba(testing) dan 
  • pengelolaan(maintenance)

6 tahapan dalam SDLC (System Development Life Cycle):

Perencanaan
Fase perencenaan adalah proses dasar untuk mengetahui mengapa sebuah sistem harus dibuat. Salah satu kegiatan proses tersebut adalah mengidentifikasi apakah masalah-masalah yang ada bisa diselesaikan melalui pengembangan sistem atau tidak. 
Aktivitas-aktivitas yang ada meliputi:
  • pembentukan dan konsolidasi tim pengembang
  • mendefinisikan tujuan dan ruang lingkup pengembangan.
  • mengidentifikasi apakah masalah-masalah yang ada bisa diselesaikan melalui pengembangan sistem
Analisis Sistem (system analysis)
Analisis sistem akan melakukan berbagai macam analisis terhadap sebuah sistem yang sudah ada. Salah satu kegiatan fase analisa ini seperti merevisi rencana untuk mengabadikan perubahan lingkup proyek termasuk perubahan bisnis, jadwal, dan persyaratan teknis, menganalis hasil penelitian dan lain sebagainya.
Aktivitas-aktivitas yang ada dalam analisis sistem adalah:
  • mencari pemecahan pada masalah, peluang, dan solusi yang mungkin diterapkan untuk kasus yang ada.
  • analisa kebutuhan pada sistem dan membuat batasan sistem.
  • mendefinisikan kebutuhan sistem
Desain(Design)
Desain pemodelan data konseptual yang harus diubah menjadi pemodelan data logika. Dimana data ini akan diimplementasikan ke dalam database(model data logika). Pada proses transformasi ini dapat terjadi kombinasi dan pengintegrasian model data konseptual menjadi model data logika. Keadaan ini memungkinkan terjadinya proses penambahan informasi yang dibutuhkan selama dilakukannya perubahan desain model data logika. 

Implementasi (implementation)
Fase implementasi adalah proses pembangunan dan penguji sistem, instalasi sistem, dan rencana dukungan sistem. Dalam implementasi, dilakukan aktivitas-aktivitas sebagai berikut:
  • pembuatan database sesuai skema rancangan
  • pembuatan aplikasi berdasarkan desain sistem
  • pengujian dan perbaikan aplikasi (debugging)
Uji coba (testing)
Sistem yang telah dibuat dan dikembangkan tidak akan langsung digunakan secara umum ataupun secara komersil dibutuhkan sebuah proses pengujian terhadap sistem tersebut. Apabila memang dapat bekerja dengan baik dan sempurna, maka sistem siap untuk digunakan.

Pemeliharaan (maintenance)
Fase maintenance adalah sistem yang diimplementasikan mengikuti perkembangan dan perubahan apa pun yang terjadi untuk mendapatkan tujuan penggunaannya. Diantaranya meliputi:
  1. Corrective adalah memperbaiki desain atau error atau kerusakkan pada sistem.
  2. Adaptive adalah memodifikasikan sistem untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan.
  3. Perfective adalah melibatkan sistem untuk meyelesaikan masalah baru atau mengambil kesempatan (penamahan fitur)
  4. Preventive adalah menjaga sistem dari kemungkinan masalah di masa yang akan datang.





TUGAS SOFTSKILL 4



PENGERTIAN, MANFAAT PERLINDUNGAN 
TERHADAP ASPEK-ASPEK (CONFIDENTIALITY, INTEGRITY, AVAILABILITY) 
PADA INFORMATION SECURITY MANAGEMENT SYSTEM (ISMS)

     Information Security Management System (ISMS)  atau biasa kita sebut dengan sistem manajemen keamanan informasi biasanya  digunakan oleh para manajer untuk membuat tolak ukur, menganalisa, dan mengendalikan keamanan informasi perusahaan atau masing-masing dari mereka. Konsep utama dari sistem manajemen keamanan informasi untuk suatu organisasi adalah untuk membuat suatu rancangan, mengimplementasikan rancangan tersebut, serta menjaga agar suatu rangkaian proses dan sistem berjalan secara efektif, mengelola suatu keamanan informasi dan menjamin kerahasiaan, integritas, serta ketersediaan aset-aset informasi serta meminimalisir berbagai risiko keamanan informasi.

  1. Kerahasiaan (Confidentiality) yaitu aspek pencegahan untuk orang yang tidak berkepentingan  mengetahui informasi secara bebas. Hanya orang-orang yang memiliki hak sajalah yang dapat mengakses  informasi- informasi yang tepat, sama analoginya dengan email maupun data-data perdagangan dari perusahaan.
  2. Integritas yaitu aspek pencegahan dari penghapusan informasi oleh orang yang tidak berhak.      Contohnya seperti "messaging" yang tidak terjadi kerusakan atau terhapus dalam perjalanannya dari penyajian kepada para penerima yang berhak.
  3. Ketersediaan (Availability) merupakan  aspek pencegahan seperti ditahannya informasi atau      sumber daya terkait oleh mereka yang tidak berhak bahwa informasi yang tepat hanya dapat     diakses bila dibutuhkan oleh siapa pun yang memiliki legitimasi untuk diberi izin. Contohnya  seperti "messaging system" maka pesan itu dapat dibaca oleh siapa pun yang di alamatkan atau di arahkan, sewaktu mereka ingin membacanya.

Beberapa manfaat dari Information Security Management System System (ISMS) yaitu:
  1. ISO 27001 menurut Anda untuk terus meningkatkan keamanan informasi dari perusahaan Anda. Ini untuk membantu tingkat keamanan yang dibutuhkan.
  2. Dapat meyakinkan kepada klien bahwa perusahaan anda memiliki keamanan informasi sesuai standar nasional. 
  3. ISO 27001 digunakan untuk mempromosikan perusahaan.
  4. Memastikan bahwa perusahaan memiliki control atas keamanan informasi terhadap lingkungan bisnis.
  5. Operasional organisasi akan berjalan dengan baik karena tugas dan tanggung jawab terdefinisi dengan jelas.
  6. Membantu organisasi atau perusahaan menjalankan perubahan baik yang berkesinambung.



Sabtu, 05 Mei 2018

Pendidikan



Pendidikan di Indonesia




     Hidup di zaman dulu dengan hidup di zaman  sekarang sangatlah berbeda karena zaman sekarang zaman yang serba modern dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang cepat turut membawa dampak negatif di dalamnya. Salah satu dampak negatifnya adalah masuknya budaya asing yang bertentangan dengan budaya asli Indonesia. Remaja atau pemuda adalah segmentasi fase pertumbuhan manusia yang paling mudah terpengaruh budaya asing tersebut. Karenanya tidak heran jika saat ini kebanyakan perilaku pemuda mengalami penyimpangan dari budaya kita. Oleh karena itu, sistem pendidikan Indonesia mulai menerapkan sebuah formula khusus yang dinamakan pendidikan karakter.
     Pendidikan karakter merupakan salah satu formulasi pendidikan yang cakupannya meliputi aktivitas mendidik, mengayomi, meneladani, dan menumbuhkan karakter. Pendidikan karakter sesugguhnya bukanlah barang baru dalam tradisi atau metode pendidikan di Indonesia. Kita semua pasti tahu dalam pemerintahan presiden Soekarno, Indonesia pernah menerapkan pendidikan karakter sebagai pembentuk kepribadian dan identitas bangsa Indonesia. Pendidikan karakter telah menjadi perhatian berbagai negara dalam rangka mempersiapkan generasi yang berkualitas, generasi yang mendahulukan kepentingan bersama daripada kepentingannya sendiri. Pendidikan karakter dijadikan wahana sosialiasasi karakter yang patut dimiliki dan ditanamkan setiap individu agar menjadi orang yang bermanfaat untuk lingkungan sekitar.
     Jika nilai-nilai pendidikan karakter dapat tertanam dalam pribadi pemuda dan remaja, maka diharapkan mereka mampu bersaing dengan baik dalam segala bidang. Penerapan pendidikan karakter bisa disamakan dengan membentuk generasi yang handal, membawa bangsa Indonesia lebih maju dan dapat dibanggakan. Terdapat beberapa nilai dalam menerapkan pendidikan karakter yang berlandaskan pada budaya bangsa diantaranya yakni religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial dan tanggung jawab.
     Dengan adanya formulasi sistem pendidikan karakter diharapkan mampu membentuk karakter individu sesuai dengan budaya asli Indonesia. Pendidikan karakter juga diharapkan mampu menjadi benteng terhadap penyimpangan nilai budaya, norma, dan agama yang marak terjadi di kalangan generasi-generasi Indonesia.

RESEP RAHASIA




Resep Rahasia dari NTT.

      Kali ini saya akan membahas tentang resep rahasia untuk mengobati gagal ginjal, kanker lidah sampai pemulihan eks pecandu narkoba. Semoga bermanfaat bagi kita semua artikel kali ini.
Inilah obat mujarab yang dapat menyembuhkan penyakit:

Butuh 3 Bahan saja.
Sumber (Dwi Wahyono)
Tempo hari saat saya tugas ke NTT saya lihat Kepala Kejaksaan Tinggi NTT pak John Walingson Purba terlihat segar bugar bersih putih kulitnya serta sehat sekali. 
Saya bertegur sapa dengan beliau "Bapa tampak sehat sekali Pak ".Kemudian beliau berceritera : 
"Ya, dahulu memang saya sakit Gagal Ginjalz serta saya harus bersihkan darah. Bahkan juga Asam Urat saya mencapai 14. Dokterpun sdh angkat tangan dgn penyakit saya ini. Tetapi skrg saya sembuh total hanya dgan mengkonsumsi ramuan yg diberikan oleh Sinshe saya.

Ramuan itu yaitu:

1. 11 (sebelas) siung Bawang putih tunggal.

2. 3 buah bawang Bombay.

3. 3 (tiga) buah jeruk nipis (bukan jeruk lemon)

Cara meramunya sebagai berikut:

Ketiga bahan itu diblender semua jadi satu. Jeruk nipisnya diblender seluruhnya beserta kulit serta biji2 nya sekalian. Nah ramuan herbal tersebut dikonsumsi satu hari 3 x 1 sendok makan, sebelum makan. Sebagai catatan tambahan kalau saat diblender tidak perlu ditambah air.


Kesaksian bagi mereka yang sembuh karena mengikuti resep ini:

1.Pulang dari NTT pak Irmud Intel Pidsus Tjahyo Aditomo langsung bikin ramuan itu serta walhasil    seluruh keluhannya hilang. Rasa kantuk yg senantiasa melanda waktu jam-jam kerja jadi hilang.          Begitupun linu-linu di tangan beliau.

2. Juga punya anak yg divonis dokter mengalami gejala Kanker Lidah. Tapi ajaib sudah mgkonsumsinya jadi sembuh sama sekali.

3. Satu lagi Pemeriksa Datun bu Riama Sihite mempunyai pembantu eks pecandu narkoba. Tekanan darahnya selalu diatas 200/100. Setiap bangun pagi selalu tidak dapat langsung duduk serta hrs pelan-pelan untuk bisa duduk. Lalu sang pembantu itu membuat ramuan dan dikonsumsinya. Dan sekarang sudah sehat kembali.

4. Walhasil pak Kajati sembuh total dari penyakit gagal ginjalnya itu serta ramuan tersebut yg ditularkan kpd kami Tim Inspeksi Umum dari Jakarta.Kata beliau sang Shinse nya berpesan bila sudah sakit apapun mengkonsumsi ini bakal sehat. Sekalipun dokter telah memvonis tidak bakalan sembuh.